Langsung ke konten utama

Tau Hidup dari Orang Lain

 40 Pelajaran penting di Umur 40 Tahun Raditya Dika


1.  Gakpapa jadi orang aneh, karena kalo beda atau jujur, jadi apa adanya.

2.  Jangan gosipin orang. Ghibah. Enggak produktif, ngapain karena gak jadi apa2 juga.

3. Kita gak sepeting itu untuk orang lain. Orang kayaknya juga gak notice. Senyamannya kita aja.

4. Usahakan minimalis, hanya punya yang penting. Kita adalah apa yang kita punya. Usahakan yang kita punya ada artinya. Secukupnya. Qonaah.

5. Kerja ringan kalau di cicil.

6. Kerja ringan kalau barengan. Sharing.

7. Ide ada kalo dicatat. Gimana cara dapet ide, kalo gak ke capture gak ada.

8. Belajar dari yang terbaik. Belajar sesuatu.

9. Belajar dari yang tidak punya pengalaman. Fresh.

10. Melamun adalah bagian dari proses kreatif. Berimajinasi.

11. Waktu ada kalo kita ciptakan. 2 menit pasti muncul kalo kita ciptakan.

12. Pakai uang untuk membeli waktu.

13. Jangan lupa untuk bermain-main. Kesenangan.

14. Punya hobi baru. Menemukan hal baru.

15. Fokus ke menciptakan core memori yang indah.

16. Jangan membuat keputusan saat marah banget, sedih banget. Harus rasional.

17. Belajar untuk bilang iya ke hal-hal yang kita bilang tidak

18. Belajar untuk berani bilang tidak

19. Bermain sebuah permainan.

20. Dikritik punya ruang untuk tumbuh.

21. Jalan kaki minimal 30 menit sehari.

22. Selalu tepat Waktu. Cara kita menghargai sesuatu.

23. Takut biasanya datang dari ketidaktahuan. Basis ilmu untuk jadi berani.

24. Menyesal lebih menyeramkan dari rasa takut.

25. Kalo ada yang ganjel, ngomong aja.

26. Semua orang punya keahliannya sendiri.

27. Tahu bahwa kita tidak bisa semuanya.

28. Beli barang untuk diri sendiri, bukan untuk dikagumi.

29. Belajar sabar, kunci untuk mendapatkan apa yang kita ingin. Gak usah buru-buru.

30. Reputasi datang dari tindakan. 

31. Berhenti membandingan diri kita sendiri dengan orang lain.

32. Baca buku adalah cara terbaik untuk masuk ke dalam pikiran orang lain.

33. Dengerin podcast yang sesuai minat.

34. Selalu belajar kapanpun dimanapun.

35. Investasi terbaik adalah pendidikan.

36. Storytelling adalah skill paling berguna.

37. Orang yang gak suka kita, kadang gak mengerti kita.

38. Investasi yang baik adalah investasi yang membosankan.

39. Pastikan perjalannya sama menyenangkannya dengan tujuannya.

40. Hidup dengan cinta. Banyak sayang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelit atau Minimalist

 Journaling Podcast #1 Agata Chelsea x Raditya Dika : Pelit atau Minimalist 1. Gimana cara membuat yang kita punya hanya yang penting buat kita. Boleh kita punya sesuatu asal itu penting buat kita. 2. Waktu kita terbatas, attention kita perlu dispend ke hal yang lain. Ada berapa waktu lagi yang kamu punya hari ini. Kita gak bisa beli waktu.  3. Orang punya cara sendiri untuk hidup masing-masing, aku dan yang lain punya caranya untuk nyari senangnya, 4. Pelit dan Hemat itu berbeda. Pelit itu tidak mau mengeluarkan duit untuk hal apapaun. Hemat, kita ngeluarin duit sesuai apa yang bernilai di kepala kita. 5. Bedain sama mau dan butuh. Want and need? 6. Financial Freedom, kalo punya sekumpulan uang yang diinvestasikan yang bisa ditarik 4% setahun. Dan uangnya tidak habis sampai mati. 7. Kita harus tau angkanya. Sebulan berapa pengeluaran. Kalo punya uang harus disimpan kemana. 8. Maksimalin energi dan waktu yang kita punya untuk bekerja. Atau tambahan lain. Kaya dari kerja, Inven...

Cerita

Blog ini udah lama mati. Gue bilang ke semua orang yang mungkin nanya ke gue kenapa berhenti nulis, karena ngerasa api nulis gue udah padam di bidang ini. Gue gak punya banyak diksi bagus. Gak punya kemampuan nulis sesuai kaidah-kaidah kebahasaan, dan gak tau segala tata cara menulis dengan baik dan benar. Tapi, gue butuh tempat cerita. Tempat dimana gue bisa menumpahkan apa yang ada di pikiran gue. Tempat dimana gue bisa banyak mencurahkan isi hati dan isi kepala yang suatu saat, kalo gue udah gak ada. Ada orang yang nemuin ini dan tau kalo gue juga gak selalu ceria dan gak selalu baik-baik saja. Ditulisan ini pun banyak kata gue. Gue pake karena biar berasa meledak-ledak aja. Ketimbang pake kata saya yang terlalu formal, aku yang terlalu lebut. Pengulangan kata orang pertama ini bakal terus berulang. Gue tau, gue pernah baca, tulisan yang banyak kata gue, aku, dll itu membosankan, overused dan lain-lain. Tapi kembali ke rencana awal gue. Gue butuh tempat buat melampiaskan apa yang ad...

Tidak Tau

Kalo kamu baca ini, ketikan ini aku lakukan setelah menonton film korea. Ditto. Kisahnya, tentang merelakan cinta pertama. Karena  Kim Yong tau di masa depan, bukan dia yang jadi pasangannya. Ketikanku gak sebagus dulu, atau memang tidak pernah bagus. Aku hanya ingin bercerita tentang perasaanku saat ini. Ramadan ke 4, sebelum sahur. 1444 H. Hari ini, 27 Maret hari Senin di 2023. Aku hancur ya? halo, aku di masa depan? kamu baik-baik aja? kamu harus ingat diri kamu sedang berkaca-kaca saat menulis ini. Kamu mungkin bisa saja seperti Kim, meski merelakan cintanya kamu. Halo, aku di masa depan? Bagaimana kabarmu? bagaimana juga dengan seseorang yang kamu cintai? dia sudah bersuami? apa itu kamu? atau orang lain? Kamu, sedang mengerjakan apa? sibuk kah? atau kamu pura-pura sibuk? Menonton film ini, bikin lo lumayan patah hati. Ngeliat keadaan gue yang sekarang, gue gak yakin kalo cintanya kita di masa depan itu Dia. Lo gak punya disiplin, lo gak punya sesuatu buat dibanggain...