Langsung ke konten utama

End, or Beginning?

Kamu baru saja mengalami patah hati terbesar dalam hidupmu. Dia, seseorang yang selalu kamu doakan, kamu cintai, kamu sayangi, kamu rindukan, kamu kagumi, kamu banggakan, memilih melanjutkan hidup bersama pilihannya yang lain.

Aku tau, kamu memang tidak melesat dalam berkarir, kamu juga tidak baik-baik saja di keluarga, kamu juga tetap tidak berkembang dalam ekonomi, kamu tetap jadi manusia yang biasa-biasa saja.

Dia memilih orang lain karena kamu buat dia ragu, karena kamu buat dia kesal, karena kamu buat dia
selalu menangis. Kamu adalah orang tolol dan bodoh yang dilingkupi rasa penyesalan.

Kamu tau, tidak ada yang mau hidup dengan laki-laki seperti kamu. Tidak memiliki kedudukan, ilmu sedikit, karir yang tidak cemerlang, setengah-setengah dalam hidup.

Kamu gagal dalam percintaan, segala hal yang tidak bisa kamu gapai, dan itu salahmu sendiri.

Di tulisan terakhir tahun 2024 ini, aku ingin kamu berubah. Menjadi seseorang yang bisa diandalkan, bisa dipercaya 1000% bisa jadi seseorang yang dibanggakan, dicari kehilangannya, jadi seseorang yang memiliki karir melejit. Jadi seseorang yang mungkin paling dicari orang-orang.

Aku ingin kamu berhenti menangis, aku ingin kamu bisa berlari lebih jauh, aku ingin kamu tidak meratapi lagi nasib. Kamu harus bisa ambil keputusan sendiri. Kamu sudah dewasa dan akan menginjakan kaki di umur 25 tahun.

Banyak yang meremehkan kamu, dan kamu sudah sering tenggelam dengan air matamu. Ingat kata-kataku saat ini, jangan pernah berharap lebih pada sesuatu, beribadahlah kamu sebagaimana ibadah orang-orang terdahulu. Cari apa yang bisa melengkapi kurangmu, bukan dengan seseorang lagi, tapi cari kamu-kamu versi yang lain. Cari sebisamu, dan terus berjalan tidak usah lihat kebelakang.

Perempuan yang sudah meninggalkanmu memiliki pilihan yang benar, karena memang kamu yang salah selama ini. Gak usah cari-cari alasan, kamu memang jahat pada diri sendiri, mementingkan orang lain dibanding kamu, Kamu akan sakit jika seperti ini terus, dan kamu tidak akan hidup dengan bahagia jika
tak berubah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelit atau Minimalist

 Journaling Podcast #1 Agata Chelsea x Raditya Dika : Pelit atau Minimalist 1. Gimana cara membuat yang kita punya hanya yang penting buat kita. Boleh kita punya sesuatu asal itu penting buat kita. 2. Waktu kita terbatas, attention kita perlu dispend ke hal yang lain. Ada berapa waktu lagi yang kamu punya hari ini. Kita gak bisa beli waktu.  3. Orang punya cara sendiri untuk hidup masing-masing, aku dan yang lain punya caranya untuk nyari senangnya, 4. Pelit dan Hemat itu berbeda. Pelit itu tidak mau mengeluarkan duit untuk hal apapaun. Hemat, kita ngeluarin duit sesuai apa yang bernilai di kepala kita. 5. Bedain sama mau dan butuh. Want and need? 6. Financial Freedom, kalo punya sekumpulan uang yang diinvestasikan yang bisa ditarik 4% setahun. Dan uangnya tidak habis sampai mati. 7. Kita harus tau angkanya. Sebulan berapa pengeluaran. Kalo punya uang harus disimpan kemana. 8. Maksimalin energi dan waktu yang kita punya untuk bekerja. Atau tambahan lain. Kaya dari kerja, Inven...

Cerita

Blog ini udah lama mati. Gue bilang ke semua orang yang mungkin nanya ke gue kenapa berhenti nulis, karena ngerasa api nulis gue udah padam di bidang ini. Gue gak punya banyak diksi bagus. Gak punya kemampuan nulis sesuai kaidah-kaidah kebahasaan, dan gak tau segala tata cara menulis dengan baik dan benar. Tapi, gue butuh tempat cerita. Tempat dimana gue bisa menumpahkan apa yang ada di pikiran gue. Tempat dimana gue bisa banyak mencurahkan isi hati dan isi kepala yang suatu saat, kalo gue udah gak ada. Ada orang yang nemuin ini dan tau kalo gue juga gak selalu ceria dan gak selalu baik-baik saja. Ditulisan ini pun banyak kata gue. Gue pake karena biar berasa meledak-ledak aja. Ketimbang pake kata saya yang terlalu formal, aku yang terlalu lebut. Pengulangan kata orang pertama ini bakal terus berulang. Gue tau, gue pernah baca, tulisan yang banyak kata gue, aku, dll itu membosankan, overused dan lain-lain. Tapi kembali ke rencana awal gue. Gue butuh tempat buat melampiaskan apa yang ad...

Tidak Tau

Kalo kamu baca ini, ketikan ini aku lakukan setelah menonton film korea. Ditto. Kisahnya, tentang merelakan cinta pertama. Karena  Kim Yong tau di masa depan, bukan dia yang jadi pasangannya. Ketikanku gak sebagus dulu, atau memang tidak pernah bagus. Aku hanya ingin bercerita tentang perasaanku saat ini. Ramadan ke 4, sebelum sahur. 1444 H. Hari ini, 27 Maret hari Senin di 2023. Aku hancur ya? halo, aku di masa depan? kamu baik-baik aja? kamu harus ingat diri kamu sedang berkaca-kaca saat menulis ini. Kamu mungkin bisa saja seperti Kim, meski merelakan cintanya kamu. Halo, aku di masa depan? Bagaimana kabarmu? bagaimana juga dengan seseorang yang kamu cintai? dia sudah bersuami? apa itu kamu? atau orang lain? Kamu, sedang mengerjakan apa? sibuk kah? atau kamu pura-pura sibuk? Menonton film ini, bikin lo lumayan patah hati. Ngeliat keadaan gue yang sekarang, gue gak yakin kalo cintanya kita di masa depan itu Dia. Lo gak punya disiplin, lo gak punya sesuatu buat dibanggain...