Anak kecil yang dulu sering aku jailin, sekarang
udah tumbuh jadi anak kelas enam SD yang ngomong-ngomongin rencana masuk SMP.
Dulu aku sering ketemu di tempat rental PS. Dan dia pasti minta
tolong kodein permainan GTA San Andreas. Kalo kamu gak tau permainan GTA, kamu
bisa searching di mesin pencari. Kalo kamu tau, jangan sombong!
Lha… masa polisi takut sama yang ngelanggar, sih! Pake dikodein lagi :D
Kalo dia udah menyodorkan joystick, ini
adalah kesempatan buat jailin dia. Aku kodein polisi bintang 6 di
permainan ini, jadi semua polisi akan menyerang dan menangkap karakter Carl
secara profesional. Bahkan saat ada di gunung tertinggi pun, mereka selalu
ngikutin. Kalo karakter kamu gak tertembak, ya paling di tangkap selama 30-45
detik. Lalu kamu bisa main kayak biasa lagi.
Ya, jailin anak kecil dan liat mukanya begitu
panik sampel ngomel-ngomel “Atuh A… Atuh…” aku seneng liatnya. Apalagi kalo
mintanya udah kayak minta kertas ulangan sama guru karena gak kebagian.Tapi
kalo dia udah aku kasih kode biar polisi gak nyerang CJ (panggilan akrab Carl)
wajah anak ini yang memerah dan berkeringat dingin akan mulai tersenyum dan
tertawa.
Aku gak kenal anak ini, tapi dia kenal siapa aku.
Makannya, sekarang tiap kali berpapasan di jalan, anak ini pasti nyapa.
Wajahnya persis seperti saat aku kodein biar polisi gak nyerang. Sekarang dia
udah jarang main PS kayaknya, karena mungkin anak kelas enam SD ini udah mulai
belajar-belajar buat Ujian Nasional.
Ini adalah masa kecil yang seru banget, aku sama
anak ini emang beda beberapa tahun (gak penting), tapi kita bisa saling kenal
tanpa tau nama. Ya, mungkin dia sekarang bakal jailin anak yang umurnya dibawah
dia. Ini nih yang namanya warisan gak baik, seseorang ngelakuin sesuatu gak
baik yang pernah orang lain lakuin sama dia.
Jail itu improvisasi, jail bakal terjadi kalo ada
kesempatan. Apapun bisa jadi bahan buat jail. Disini aku gak akan bahas tentang
dukungan tentang jail. Tapi dukungan untuk memang menjauhi kejahilan ini.
Buat jail emang gampang. Misalnya ada temen yang
lagi ngerjain skripsi terus kamu tekan CTRL+A kemudian tekan tombol DELETE.
Kalo yang di jailin itu udah biasa di jailin pasti dia bakal pencet CTRL+Z.
Nah, tapi gimana kalo yang jahil itu setelah menekan tombol “Delete”, ia tekan
lagi ALT+F4. Kan jadi sebuah perkara yang menyebabkan perselisihan. Mending
kalo yang nulis skripsinya itu baru judulnya doang, gimana kalo tinggal daftar
pustaka?
Kalo ada yang bilang “Boleh jail tapi gak boleh
berlebihan,” silakan saja terserah dia. Kalo namanya jahil ya jahil. Dikit atau
enggak… Pedes atau enggak… Pake kacang atau enggak… (Eh.. kok jadi lotek ya?)
Lanjut..
Oke, Islam tidak melarang sesuatu yang bermanfaat dan dibutuhkan oleh manusia sebagaimana Islam melarang hal-hal yang membahayakan dan tidak diperlukan oleh manusia. Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Bergaullah kamu dengan manusia (namun) agamamu jangan kamu lukai.” ” (Shahih al-Bukhari, Kitabul Adab) Bisa kamu cek lengkapnya :) (http://asysyariah.com/akhlak-bercanda-ada-etikanya/)
Kita emang perlu becanda, tertawa, tapi gak juga berlebihan. Bener, sesuatu yang berlebihan emang gak baik. And then saat kita becanda baik itu jail atau becandaan apapun inget tulisan ini.. Atau yang tepatnya ketikan ini, atau tulisan yang diketik ini..
~ Tidak bercanda di saat seseorang dituntut untuk serius
Sebab, hal ini bertentangan dengan adab kesopanan dan bisa jadi mengakibatkan kejelekan bagi pelakunya atau orang lain.
~Tidak mencandai orang yang tidak suka dengan candaan. Sebab, hal ini bisa menimbulkan permusuhan dan memutus tali persaudaraan.
~Tidak tertawa terbahak-bahak
Dahulu, tawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hanyalah dengan senyuman, Rasullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang kita sering tertawa sebagaimana sabdanya.
“Janganlah engkau sering tertawa, karena sering tertawa akan mematikan hati.” (Shahih Sunan Ibnu Majah no. 3400)
~Berdusta untuk menimbulkan tawa
Apabila seorang bercanda dengan kedustaan, ia telah keluar dari batasan mubah (boleh) kepada keharaman. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Celakalah orang yang bercerita lalu berdusta untuk membuat tawa manusia, celakalah ia, celakalah ia.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan al-Hakim dari Mu’awiyah bin Haidah radhiallahu ‘anhu. Asy-Syaikh al-Albani rahimahullah menyatakannya hasan dalam Shahih al-Jami’)
Intinya kalo mau becanda ya boleh, asal gak ngelukai sesama. Terus gak berlebihan. Koreksi diri kita, mana yang salah, mana yang mesti dipertahanin. Ini bukan cerita tentang anak kecil. Tapi cerita yang sikap kita yang kadang emang kayak anak kecil. Karena kalo hidup tanpa jail, semua wajah akan terlihat seperti anak kecil yang wajahnya begitu sumringah diberi kode.
Yup, tulisan ini juga kode biar becanda kita gak
berlebihan.Dan aku pengen kita CTRL+S tulisan ini. Maksudnya ketikan ini. Lalu
kita praktekan, bagaimana membuat orang lain senang dengan kehadiran kita.
Bercanda tanpa melukai.
Salam Ukhuwah :)

Komentar
Posting Komentar