Langsung ke konten utama

#EpisodeMelek "CTRL+S"




Anak kecil yang dulu sering aku jailin, sekarang udah tumbuh jadi anak kelas enam SD yang ngomong-ngomongin rencana masuk SMP. Dulu aku sering ketemu  di tempat rental PS. Dan dia pasti  minta tolong kodein permainan GTA San Andreas. Kalo kamu gak tau permainan GTA, kamu bisa searching di mesin pencari. Kalo kamu tau, jangan sombong!

Dia selalu bilang, “A… Aa… (Panggilan kakak dalam Bahasa Sunda) kodein polisi takut dong!”

Lha… masa polisi takut sama yang ngelanggar, sih! Pake dikodein lagi :D

Kalo dia udah menyodorkan joystick, ini adalah kesempatan buat  jailin dia. Aku kodein polisi bintang 6 di permainan ini, jadi semua polisi akan menyerang dan menangkap karakter Carl secara profesional. Bahkan saat ada di gunung tertinggi pun, mereka selalu ngikutin. Kalo karakter kamu gak tertembak, ya paling di tangkap selama 30-45 detik. Lalu kamu bisa main kayak biasa lagi.

Ya, jailin anak kecil dan liat mukanya begitu panik sampel ngomel-ngomel “Atuh A… Atuh…” aku seneng liatnya. Apalagi kalo mintanya udah kayak minta kertas ulangan sama guru karena gak kebagian.Tapi kalo dia udah aku kasih kode biar polisi gak nyerang CJ (panggilan akrab Carl) wajah anak ini yang memerah dan berkeringat dingin akan mulai tersenyum dan tertawa. 

Aku gak kenal anak ini, tapi dia kenal siapa aku. Makannya, sekarang tiap kali berpapasan di jalan, anak ini pasti nyapa. Wajahnya persis seperti saat aku kodein biar polisi gak nyerang. Sekarang dia udah jarang main PS kayaknya, karena mungkin anak kelas enam SD ini udah mulai belajar-belajar buat Ujian Nasional. 

Ini adalah masa kecil yang seru banget, aku sama anak ini emang beda beberapa tahun (gak penting), tapi kita bisa saling kenal tanpa tau nama. Ya, mungkin dia sekarang bakal jailin anak yang umurnya dibawah dia. Ini nih yang namanya warisan gak baik, seseorang ngelakuin sesuatu gak baik  yang pernah orang lain lakuin sama dia.

Jail itu improvisasi, jail bakal terjadi kalo ada kesempatan. Apapun bisa jadi bahan buat jail. Disini aku gak akan bahas tentang dukungan tentang jail. Tapi dukungan untuk memang menjauhi kejahilan ini. 

Buat jail emang gampang. Misalnya ada temen yang lagi ngerjain skripsi terus kamu tekan CTRL+A kemudian tekan tombol DELETE. Kalo yang di jailin itu udah biasa di jailin pasti dia bakal pencet CTRL+Z. Nah, tapi gimana kalo yang jahil itu setelah menekan tombol “Delete”, ia tekan lagi ALT+F4. Kan jadi sebuah perkara yang menyebabkan perselisihan. Mending kalo yang nulis skripsinya itu baru judulnya doang, gimana kalo tinggal daftar pustaka?

Kalo ada yang bilang “Boleh jail tapi gak boleh berlebihan,” silakan saja terserah dia. Kalo namanya jahil ya jahil. Dikit atau enggak… Pedes atau enggak… Pake kacang atau enggak… (Eh.. kok jadi lotek ya?)

Tulisan ini akan jadi lebih gak jelas kalo kamu gak baca sampe akhir sambil ngebayangin makanan yang begitu enak.

Lanjut..

"Dapet picture dari Google - Mimpi indah kalo skripsinya beres dengan lancar"

               Oke, Islam tidak melarang sesuatu yang bermanfaat dan dibutuhkan oleh manusia sebagaimana Islam melarang hal-hal yang membahayakan dan tidak diperlukan oleh manusia. Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Bergaullah kamu dengan manusia (namun) agamamu jangan kamu lukai.” ” (Shahih al-Bukhari, Kitabul Adab) Bisa kamu cek lengkapnya :) (http://asysyariah.com/akhlak-bercanda-ada-etikanya/)

                Kita emang perlu becanda, tertawa, tapi gak juga berlebihan. Bener, sesuatu yang berlebihan emang gak baik. And then saat kita becanda baik itu jail atau becandaan apapun inget tulisan ini.. Atau yang tepatnya ketikan ini, atau tulisan yang diketik ini..

~ Tidak bercanda di saat seseorang dituntut untuk serius
Sebab, hal ini bertentangan dengan adab kesopanan dan bisa jadi mengakibatkan kejelekan bagi pelakunya atau orang lain.

~Tidak mencandai orang yang tidak suka dengan candaan. Sebab, hal ini bisa menimbulkan permusuhan dan memutus tali persaudaraan.

~Tidak tertawa terbahak-bahak
Dahulu, tawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hanyalah dengan senyuman, Rasullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang kita sering tertawa sebagaimana sabdanya.
“Janganlah engkau sering tertawa, karena sering tertawa akan mematikan hati.” (Shahih Sunan Ibnu Majah no. 3400)

~Berdusta untuk menimbulkan tawa
Apabila seorang bercanda dengan kedustaan, ia telah keluar dari batasan mubah (boleh) kepada keharaman. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Celakalah orang yang bercerita lalu berdusta untuk membuat tawa manusia, celakalah ia, celakalah ia.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan al-Hakim dari Mu’awiyah bin Haidah radhiallahu ‘anhu. Asy-Syaikh al-Albani rahimahullah menyatakannya hasan dalam Shahih al-Jami’)


                Intinya kalo mau becanda ya boleh, asal gak ngelukai sesama. Terus gak berlebihan. Koreksi diri kita, mana yang salah, mana yang mesti dipertahanin. Ini bukan cerita tentang anak kecil. Tapi cerita yang sikap kita yang kadang emang kayak anak kecil. Karena kalo hidup tanpa jail, semua wajah akan terlihat seperti anak kecil yang wajahnya begitu sumringah diberi kode.

Yup, tulisan ini juga kode biar becanda kita gak berlebihan.Dan aku pengen kita CTRL+S tulisan ini. Maksudnya ketikan ini. Lalu kita praktekan, bagaimana membuat orang lain senang dengan kehadiran kita. Bercanda tanpa melukai.

Salam Ukhuwah :)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

End, or Beginning?

Kamu baru saja mengalami patah hati terbesar dalam hidupmu. Dia, seseorang yang selalu kamu doakan, kamu cintai, kamu sayangi, kamu rindukan, kamu kagumi, kamu banggakan, memilih melanjutkan hidup bersama pilihannya yang lain. Aku tau, kamu memang tidak melesat dalam berkarir, kamu juga tidak baik-baik saja di keluarga, kamu juga tetap tidak berkembang dalam ekonomi, kamu tetap jadi manusia yang biasa-biasa saja. Dia memilih orang lain karena kamu buat dia ragu, karena kamu buat dia kesal, karena kamu buat dia selalu menangis. Kamu adalah orang tolol dan bodoh yang dilingkupi rasa penyesalan. Kamu tau, tidak ada yang mau hidup dengan laki-laki seperti kamu. Tidak memiliki kedudukan, ilmu sedikit, karir yang tidak cemerlang, setengah-setengah dalam hidup. Kamu gagal dalam percintaan, segala hal yang tidak bisa kamu gapai, dan itu salahmu sendiri. Di tulisan terakhir tahun 2024 ini, aku ingin kamu berubah. Menjadi seseorang yang bisa diandalkan, bisa dipercaya 1000% bisa jadi seseorang y...

Cerita

Blog ini udah lama mati. Gue bilang ke semua orang yang mungkin nanya ke gue kenapa berhenti nulis, karena ngerasa api nulis gue udah padam di bidang ini. Gue gak punya banyak diksi bagus. Gak punya kemampuan nulis sesuai kaidah-kaidah kebahasaan, dan gak tau segala tata cara menulis dengan baik dan benar. Tapi, gue butuh tempat cerita. Tempat dimana gue bisa menumpahkan apa yang ada di pikiran gue. Tempat dimana gue bisa banyak mencurahkan isi hati dan isi kepala yang suatu saat, kalo gue udah gak ada. Ada orang yang nemuin ini dan tau kalo gue juga gak selalu ceria dan gak selalu baik-baik saja. Ditulisan ini pun banyak kata gue. Gue pake karena biar berasa meledak-ledak aja. Ketimbang pake kata saya yang terlalu formal, aku yang terlalu lebut. Pengulangan kata orang pertama ini bakal terus berulang. Gue tau, gue pernah baca, tulisan yang banyak kata gue, aku, dll itu membosankan, overused dan lain-lain. Tapi kembali ke rencana awal gue. Gue butuh tempat buat melampiaskan apa yang ad...