Kalo kamu baca ini, ketikan ini aku lakukan setelah menonton film korea. Ditto.
Kisahnya, tentang merelakan cinta pertama. Karena Kim Yong tau di masa depan, bukan dia yang jadi pasangannya.
Ketikanku gak sebagus dulu, atau memang tidak pernah bagus. Aku hanya ingin bercerita tentang perasaanku saat ini. Ramadan ke 4, sebelum sahur. 1444 H. Hari ini, 27 Maret hari Senin di 2023.
Aku hancur ya? halo, aku di masa depan? kamu baik-baik aja? kamu harus ingat diri kamu sedang berkaca-kaca saat menulis ini. Kamu mungkin bisa saja seperti Kim, meski merelakan cintanya kamu.
Halo, aku di masa depan? Bagaimana kabarmu? bagaimana juga dengan seseorang yang kamu cintai? dia sudah bersuami? apa itu kamu? atau orang lain?
Kamu, sedang mengerjakan apa? sibuk kah? atau kamu pura-pura sibuk?
Menonton film ini, bikin lo lumayan patah hati. Ngeliat keadaan gue yang sekarang, gue gak yakin kalo cintanya kita di masa depan itu Dia. Lo gak punya disiplin, lo gak punya sesuatu buat dibanggain. Seengaknya sampai ketikan ini dibuat.
Lo gak punya gelar pendidikan, lo jadi si serba nanggung, lo gak punya apa-apa, kendaraan, uang, materi-materi yang selalu orang cari. Intinya lo gak jadi siapa-siapa saat ini. Designer nanggung! Gakpapa ungkapin aja yang gue rasain saat ini. Itu kenyataannya.
Ketikanku gak sebagus dulu, atau memang tidak pernah bagus. Aku hanya ingin bercerita tentang perasaanku saat ini. Ramadan ke 4, sebelum sahur. 1444 H. Hari ini, 27 Maret hari Senin di 2023.
Aku hancur ya? halo, aku di masa depan? kamu baik-baik aja? kamu harus ingat diri kamu sedang berkaca-kaca saat menulis ini. Kamu mungkin bisa saja seperti Kim, meski merelakan cintanya kamu.
Halo, aku di masa depan? Bagaimana kabarmu? bagaimana juga dengan seseorang yang kamu cintai? dia sudah bersuami? apa itu kamu? atau orang lain?
Kamu, sedang mengerjakan apa? sibuk kah? atau kamu pura-pura sibuk?
Menonton film ini, bikin lo lumayan patah hati. Ngeliat keadaan gue yang sekarang, gue gak yakin kalo cintanya kita di masa depan itu Dia. Lo gak punya disiplin, lo gak punya sesuatu buat dibanggain. Seengaknya sampai ketikan ini dibuat.
Lo gak punya gelar pendidikan, lo jadi si serba nanggung, lo gak punya apa-apa, kendaraan, uang, materi-materi yang selalu orang cari. Intinya lo gak jadi siapa-siapa saat ini. Designer nanggung! Gakpapa ungkapin aja yang gue rasain saat ini. Itu kenyataannya.
Cinta dan impian. Ya, cinta dan impian.
Bagaimana cinta kamu? bagaimana impian kamu? Aku tau, saat aku mengetik ini, impianku benar-benar buat aku bingung. Rasanya nonton film tadi lumayan bikin aku gemeter.
Bagaimana cinta kamu? bagaimana impian kamu? Aku tau, saat aku mengetik ini, impianku benar-benar buat aku bingung. Rasanya nonton film tadi lumayan bikin aku gemeter.
Kalo kamu lupa. Tonton ulang filmnya.
Aku jelas patah hati. Siapa sih aku gituh, pengen bahagiain anak orang. Putri orang lain. Apalagi saat ini, lo seolah-olah punya dua pilihan hati.
Yang satu adalah cinta yang aku ragu sebutnya cinta paling menyakitkan kita, yang kedua adalah cinta karena hal yang gak pernah kepikiran sama sekali.
Setelah mengetik sampai kata ini. Aku sudah tidak berkaca-kaca. Justru bingung apa yang akan disampaikan lagi. Aku akan jadi bodoh, tolol, sangat goblok, ketika memikiran keduanya.
Mungkin kah aku harus mengakhiri ini? menyampaikan kata menyerah dan berbahagialah dengan orang lain untuk orang pertama. Dan menyampaikan jangan mendekatiku, jauhi aku, untuk orang yang kedua.
Jujur, aku tidak tau. Aku bingung. Dan aku bukan siapa-siapa.
Jujur, aku tidak tau. Aku bingung. Dan aku bukan siapa-siapa.
Komentar
Posting Komentar