Langsung ke konten utama

Pelit atau Minimalist

 Journaling Podcast #1

Agata Chelsea x Raditya Dika : Pelit atau Minimalist

1. Gimana cara membuat yang kita punya hanya yang penting buat kita. Boleh kita punya sesuatu asal itu penting buat kita.

2. Waktu kita terbatas, attention kita perlu dispend ke hal yang lain. Ada berapa waktu lagi yang kamu punya hari ini. Kita gak bisa beli waktu. 

3. Orang punya cara sendiri untuk hidup masing-masing, aku dan yang lain punya caranya untuk nyari senangnya,

4. Pelit dan Hemat itu berbeda. Pelit itu tidak mau mengeluarkan duit untuk hal apapaun. Hemat, kita ngeluarin duit sesuai apa yang bernilai di kepala kita.

5. Bedain sama mau dan butuh. Want and need?

6. Financial Freedom, kalo punya sekumpulan uang yang diinvestasikan yang bisa ditarik 4% setahun. Dan uangnya tidak habis sampai mati.

7. Kita harus tau angkanya. Sebulan berapa pengeluaran. Kalo punya uang harus disimpan kemana.

8. Maksimalin energi dan waktu yang kita punya untuk bekerja. Atau tambahan lain. Kaya dari kerja, Invenstasi membantu untuk mencapai tujuan keuangan.

9. Generasi sekarang tantangannya besar. Kita harus ngerti uang itu apa, kapan kita dapat uang, semakin bernilai kita uangnya akan bernilai. Semakin kita tak tergantikan, nilai kita semakin tinggi dan sebaik itu. Value proposition. Kita mesti punya nilai. Jangan pikirin gajinya, tapi inget sama kontribusinya. Upgrade skill, practical skill 100% harus belajar.

10. Sikap tumbuh curious, rasa ingin tau. Membuat tempat yang aman supaya kita tidak merasa aneh saat mencari tau.

11. Gimana caranya kita terlibat dalam suatu situasi, adaptasi. Lebih perhatian sama kamu, Pentingnya berperan, jadi role model laki-laki yang seperti apa. Soft spoken, contoh yang baik, semua orang gak perfect, tapi punya basics karakter yang oke, sangat penting. Kita ingin dikenal sebagai apa di mata orang lain. Pantas tidak diidolakan? Belajar. Jadi seseorang yang cukup untuk jadi seseorang, paling tidak orang-orang tau intensi kamu.

12. Hindari fase tidak dimengerti orang lain. Orang tidak lupa sama kamu. Karena itu kita jadi tau seberapa artinya sebuah peran entah orang tua atau siapapun.

13. Dengerin ilmu dari siapa aja, Artikan dengan baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

End, or Beginning?

Kamu baru saja mengalami patah hati terbesar dalam hidupmu. Dia, seseorang yang selalu kamu doakan, kamu cintai, kamu sayangi, kamu rindukan, kamu kagumi, kamu banggakan, memilih melanjutkan hidup bersama pilihannya yang lain. Aku tau, kamu memang tidak melesat dalam berkarir, kamu juga tidak baik-baik saja di keluarga, kamu juga tetap tidak berkembang dalam ekonomi, kamu tetap jadi manusia yang biasa-biasa saja. Dia memilih orang lain karena kamu buat dia ragu, karena kamu buat dia kesal, karena kamu buat dia selalu menangis. Kamu adalah orang tolol dan bodoh yang dilingkupi rasa penyesalan. Kamu tau, tidak ada yang mau hidup dengan laki-laki seperti kamu. Tidak memiliki kedudukan, ilmu sedikit, karir yang tidak cemerlang, setengah-setengah dalam hidup. Kamu gagal dalam percintaan, segala hal yang tidak bisa kamu gapai, dan itu salahmu sendiri. Di tulisan terakhir tahun 2024 ini, aku ingin kamu berubah. Menjadi seseorang yang bisa diandalkan, bisa dipercaya 1000% bisa jadi seseorang y...

#EpisodeMelek "CTRL+S"

Anak kecil yang dulu sering aku jailin, sekarang udah tumbuh jadi anak kelas enam SD yang ngomong-ngomongin rencana masuk SMP. Dulu aku sering ketemu  di tempat rental PS. Dan dia pasti  minta tolong kodein permainan GTA San Andreas. Kalo kamu gak tau permainan GTA, kamu bisa searching di mesin pencari. Kalo kamu tau, jangan sombong! Dia selalu bilang, “A… Aa… (Panggilan kakak dalam Bahasa Sunda) kodein polisi takut dong!” Lha… masa polisi takut sama yang ngelanggar, sih! Pake dikodein lagi :D Kalo dia udah menyodorkan joystick, ini adalah kesempatan buat  jailin dia. Aku kodein polisi bintang 6 di permainan ini, jadi semua polisi akan menyerang dan menangkap karakter Carl secara profesional. Bahkan saat ada di gunung tertinggi pun, mereka selalu ngikutin. Kalo karakter kamu gak tertembak, ya paling di tangkap selama 30-45 detik. Lalu kamu bisa main kayak biasa lagi. Ya, jailin anak kecil dan liat mukanya begitu panik sampel ngomel-ngomel “Atuh A… Atu...

Cerita

Blog ini udah lama mati. Gue bilang ke semua orang yang mungkin nanya ke gue kenapa berhenti nulis, karena ngerasa api nulis gue udah padam di bidang ini. Gue gak punya banyak diksi bagus. Gak punya kemampuan nulis sesuai kaidah-kaidah kebahasaan, dan gak tau segala tata cara menulis dengan baik dan benar. Tapi, gue butuh tempat cerita. Tempat dimana gue bisa menumpahkan apa yang ada di pikiran gue. Tempat dimana gue bisa banyak mencurahkan isi hati dan isi kepala yang suatu saat, kalo gue udah gak ada. Ada orang yang nemuin ini dan tau kalo gue juga gak selalu ceria dan gak selalu baik-baik saja. Ditulisan ini pun banyak kata gue. Gue pake karena biar berasa meledak-ledak aja. Ketimbang pake kata saya yang terlalu formal, aku yang terlalu lebut. Pengulangan kata orang pertama ini bakal terus berulang. Gue tau, gue pernah baca, tulisan yang banyak kata gue, aku, dll itu membosankan, overused dan lain-lain. Tapi kembali ke rencana awal gue. Gue butuh tempat buat melampiaskan apa yang ad...