Langsung ke konten utama

Why?

knpdgngwkhrkhrn - Tweet

Kenapa dengan gue/gw akhir-akhir ini?

Sering kali, gue kehilangan energi. Satu atau dua pekerjaan sepertinya cukup untuk gue. Setelah itu gue hilang entah kemana. Energi gue terkuras habis hanya untuk pekerjaan-pekerjaan yang sebetulnya gak terlalu banyak memakan waktu.

Kerja sebagai grafis desain, tidak memerlukan kekuatan fisik yang besar. Jelas, yang terkuras adalah kreatifitas, pikiran, dan semua hal yang terjadi di kepala gue.

Pusing? burn out? gue stuck.

Melihat editan gue yang gitu-gitu aja, jujur buat gue kecewa. Gue ngerasa gak ada apa-apanya dan gak berkompeten dalam pekerjaan gue ini.

Hari ini, gue juga kecewa atas apa yang terjadi. Tempat kerja gue, mulai pesan design ke orang lain. Mungkin mereka mulai mengesampingkan gue. Mulai kecewa juga. Dan mulai nganggap gue gak ada.

Ada banyak kreator yang bikin gue patah hati. Mereka punya design yang sama persis. Awalnya gue cuek, karena percaya bahwa style bisa ditiru, cara bisa ditiru, tapi rezeki enggak bisa ditiru. Tapi lambat laun, gue marah. 

Gue habisin waktu buat bikin, mereka tinggal jiplak. Gue tau mereka juga habisin waktu buat jiplak ngerjain itu. Tapi seengaknya, gak sama persis dengan apa yang gue kerjain.

Design gue gak bagus-bagus amat, dan gue mengakui itu dengan segala kemampuan yang gue punya. Gue masih belum ada apa-apanya.

Selera desgin gue mungkin tinggi, pengen serba detail dan HD. Tapi gue juga gak punya kreatifitas yang besar untuk mewujudkan itu.

Apa gue malas? ya, gue malas. Gue malas belajar, nyaman dengan keadaan. Akhirnya gue stop di satu gaya design. Layouting dan cara design yang sama. Seletah ditiru beberapa orang. Gue sadar kalo gue mungkin akan dilahap mereka.

Gue marah, gue patah hati, gue kecewa. Dan mungkin itu juga yang dirasain semua klien gue terhadap gue sendiri.

Api menulis gue udah padam, dan saat ini baru gue nyalain lagi dengan api-api kecil. Gue gak pengen design gue juga padam, tapi dilain sisi gue pengen istirahat, buat nenangin diri gue, dan berhenti sejenak sampai gue siap buat lari lagi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

End, or Beginning?

Kamu baru saja mengalami patah hati terbesar dalam hidupmu. Dia, seseorang yang selalu kamu doakan, kamu cintai, kamu sayangi, kamu rindukan, kamu kagumi, kamu banggakan, memilih melanjutkan hidup bersama pilihannya yang lain. Aku tau, kamu memang tidak melesat dalam berkarir, kamu juga tidak baik-baik saja di keluarga, kamu juga tetap tidak berkembang dalam ekonomi, kamu tetap jadi manusia yang biasa-biasa saja. Dia memilih orang lain karena kamu buat dia ragu, karena kamu buat dia kesal, karena kamu buat dia selalu menangis. Kamu adalah orang tolol dan bodoh yang dilingkupi rasa penyesalan. Kamu tau, tidak ada yang mau hidup dengan laki-laki seperti kamu. Tidak memiliki kedudukan, ilmu sedikit, karir yang tidak cemerlang, setengah-setengah dalam hidup. Kamu gagal dalam percintaan, segala hal yang tidak bisa kamu gapai, dan itu salahmu sendiri. Di tulisan terakhir tahun 2024 ini, aku ingin kamu berubah. Menjadi seseorang yang bisa diandalkan, bisa dipercaya 1000% bisa jadi seseorang y...

#EpisodeMelek "CTRL+S"

Anak kecil yang dulu sering aku jailin, sekarang udah tumbuh jadi anak kelas enam SD yang ngomong-ngomongin rencana masuk SMP. Dulu aku sering ketemu  di tempat rental PS. Dan dia pasti  minta tolong kodein permainan GTA San Andreas. Kalo kamu gak tau permainan GTA, kamu bisa searching di mesin pencari. Kalo kamu tau, jangan sombong! Dia selalu bilang, “A… Aa… (Panggilan kakak dalam Bahasa Sunda) kodein polisi takut dong!” Lha… masa polisi takut sama yang ngelanggar, sih! Pake dikodein lagi :D Kalo dia udah menyodorkan joystick, ini adalah kesempatan buat  jailin dia. Aku kodein polisi bintang 6 di permainan ini, jadi semua polisi akan menyerang dan menangkap karakter Carl secara profesional. Bahkan saat ada di gunung tertinggi pun, mereka selalu ngikutin. Kalo karakter kamu gak tertembak, ya paling di tangkap selama 30-45 detik. Lalu kamu bisa main kayak biasa lagi. Ya, jailin anak kecil dan liat mukanya begitu panik sampel ngomel-ngomel “Atuh A… Atu...

Cerita

Blog ini udah lama mati. Gue bilang ke semua orang yang mungkin nanya ke gue kenapa berhenti nulis, karena ngerasa api nulis gue udah padam di bidang ini. Gue gak punya banyak diksi bagus. Gak punya kemampuan nulis sesuai kaidah-kaidah kebahasaan, dan gak tau segala tata cara menulis dengan baik dan benar. Tapi, gue butuh tempat cerita. Tempat dimana gue bisa menumpahkan apa yang ada di pikiran gue. Tempat dimana gue bisa banyak mencurahkan isi hati dan isi kepala yang suatu saat, kalo gue udah gak ada. Ada orang yang nemuin ini dan tau kalo gue juga gak selalu ceria dan gak selalu baik-baik saja. Ditulisan ini pun banyak kata gue. Gue pake karena biar berasa meledak-ledak aja. Ketimbang pake kata saya yang terlalu formal, aku yang terlalu lebut. Pengulangan kata orang pertama ini bakal terus berulang. Gue tau, gue pernah baca, tulisan yang banyak kata gue, aku, dll itu membosankan, overused dan lain-lain. Tapi kembali ke rencana awal gue. Gue butuh tempat buat melampiaskan apa yang ad...