Langsung ke konten utama

Kamu

Klasik. Berulang kali dengan kalimat sama, “Aku suka kamu.”

Kalimat yang seharusnya tak aku ucapkan. Jika dahulu menahannya dan kemudian beberapa bulan setelah itu satu persatu suku katanya menghilang, mungkin tulisan ini tak akan pernah ada.

Pada baris kalimat yang sedang kurencanakan. Serta ku terka jawabnya, mengenai... “Kamu Ingat aku?”

Ungkapan yang lebih baik dengan mengakhirinya dengan titik. Kamu sebelum titik, aku sebelum Ingat.

Diedit dengan Canva oleh @afishurulloh


Kekhawatiranku pada masa-masa yang salah. Apalagi saat menemukan bahwa tentang “kita” gak harus saling memiliki.

Salah. Jelas. Seharusnya dulu disimpan rapi, menjadi rahasia yang sekalinya diungkapkan adalah pernyataan paling membahagiakan. Kesalahannya menilai senyummu hanya untuk satu individu.

Jika dalam satu minggu kamu memberi senyum 6 kali tiap pagi. Apa di masa ketika merasa pantas aku bisa mendapatkannya tiap pagi?

Kembali mengingat kejadian itu. Sesimpel itu.


Aku sedang memantaskan diri, membahas kalimat paling atas. Aku bersamamu, atau saat bertemu rancanganku itu terjadi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita

Blog ini udah lama mati. Gue bilang ke semua orang yang mungkin nanya ke gue kenapa berhenti nulis, karena ngerasa api nulis gue udah padam di bidang ini. Gue gak punya banyak diksi bagus. Gak punya kemampuan nulis sesuai kaidah-kaidah kebahasaan, dan gak tau segala tata cara menulis dengan baik dan benar. Tapi, gue butuh tempat cerita. Tempat dimana gue bisa menumpahkan apa yang ada di pikiran gue. Tempat dimana gue bisa banyak mencurahkan isi hati dan isi kepala yang suatu saat, kalo gue udah gak ada. Ada orang yang nemuin ini dan tau kalo gue juga gak selalu ceria dan gak selalu baik-baik saja. Ditulisan ini pun banyak kata gue. Gue pake karena biar berasa meledak-ledak aja. Ketimbang pake kata saya yang terlalu formal, aku yang terlalu lebut. Pengulangan kata orang pertama ini bakal terus berulang. Gue tau, gue pernah baca, tulisan yang banyak kata gue, aku, dll itu membosankan, overused dan lain-lain. Tapi kembali ke rencana awal gue. Gue butuh tempat buat melampiaskan apa yang ad...

#EpisodeMelek "CTRL+S"

Anak kecil yang dulu sering aku jailin, sekarang udah tumbuh jadi anak kelas enam SD yang ngomong-ngomongin rencana masuk SMP. Dulu aku sering ketemu  di tempat rental PS. Dan dia pasti  minta tolong kodein permainan GTA San Andreas. Kalo kamu gak tau permainan GTA, kamu bisa searching di mesin pencari. Kalo kamu tau, jangan sombong! Dia selalu bilang, “A… Aa… (Panggilan kakak dalam Bahasa Sunda) kodein polisi takut dong!” Lha… masa polisi takut sama yang ngelanggar, sih! Pake dikodein lagi :D Kalo dia udah menyodorkan joystick, ini adalah kesempatan buat  jailin dia. Aku kodein polisi bintang 6 di permainan ini, jadi semua polisi akan menyerang dan menangkap karakter Carl secara profesional. Bahkan saat ada di gunung tertinggi pun, mereka selalu ngikutin. Kalo karakter kamu gak tertembak, ya paling di tangkap selama 30-45 detik. Lalu kamu bisa main kayak biasa lagi. Ya, jailin anak kecil dan liat mukanya begitu panik sampel ngomel-ngomel “Atuh A… Atu...

Tidak Tau

Kalo kamu baca ini, ketikan ini aku lakukan setelah menonton film korea. Ditto. Kisahnya, tentang merelakan cinta pertama. Karena  Kim Yong tau di masa depan, bukan dia yang jadi pasangannya. Ketikanku gak sebagus dulu, atau memang tidak pernah bagus. Aku hanya ingin bercerita tentang perasaanku saat ini. Ramadan ke 4, sebelum sahur. 1444 H. Hari ini, 27 Maret hari Senin di 2023. Aku hancur ya? halo, aku di masa depan? kamu baik-baik aja? kamu harus ingat diri kamu sedang berkaca-kaca saat menulis ini. Kamu mungkin bisa saja seperti Kim, meski merelakan cintanya kamu. Halo, aku di masa depan? Bagaimana kabarmu? bagaimana juga dengan seseorang yang kamu cintai? dia sudah bersuami? apa itu kamu? atau orang lain? Kamu, sedang mengerjakan apa? sibuk kah? atau kamu pura-pura sibuk? Menonton film ini, bikin lo lumayan patah hati. Ngeliat keadaan gue yang sekarang, gue gak yakin kalo cintanya kita di masa depan itu Dia. Lo gak punya disiplin, lo gak punya sesuatu buat dibanggain...