Klasik. Berulang kali dengan kalimat sama, “Aku suka kamu.”
Kalimat yang seharusnya tak aku ucapkan.
Jika dahulu menahannya dan kemudian beberapa bulan setelah itu satu persatu suku katanya
menghilang, mungkin tulisan ini tak akan pernah ada.
Pada baris kalimat yang sedang kurencanakan. Serta ku terka jawabnya, mengenai... “Kamu Ingat aku?”
Ungkapan yang lebih baik dengan mengakhirinya dengan titik.
Kamu sebelum titik, aku sebelum Ingat.
![]() |
| Diedit dengan Canva oleh @afishurulloh |
Kekhawatiranku pada masa-masa yang salah. Apalagi saat menemukan bahwa
tentang “kita” gak harus saling memiliki.
Salah. Jelas. Seharusnya dulu disimpan rapi, menjadi rahasia
yang sekalinya diungkapkan adalah pernyataan paling membahagiakan. Kesalahannya
menilai senyummu hanya untuk satu individu.
Jika dalam satu minggu kamu memberi senyum 6 kali tiap pagi. Apa di masa
ketika merasa pantas aku bisa mendapatkannya tiap pagi?
Kembali mengingat kejadian itu. Sesimpel itu.
Aku sedang memantaskan diri, membahas kalimat paling atas. Aku
bersamamu, atau saat bertemu rancanganku itu terjadi.

Komentar
Posting Komentar