Langsung ke konten utama

#EpisodeMelek "Single Sampai Halal"



~Cinta adalah hak setiap insan. Ada yang mengatakan manusia tanpa cinta ibaratkan toples tanpa isi, ada yang mengatakan manusia tanpa cinta ibaratkan gelas tanpa air, analogi yang intinya sama-sama kosong. Sebenarnya bukan cinta yang, salah, tapi bagaimana tiap orang menyikapi cinta seperti apa.
Ada mereka yang menanggapi cinta negatif, sebab menurutku, itu adalah kesalahan dalam tiap remaja menghadapinya. Remaja adalah masa transformasi kanak-kanak menuju dewasa, tentu karena ini perubahan, pasti ada hal-hal yang mempengaruhi aspek-aspek dalam perubahan. Ada, yang mengambil keputusan masih secara kanak-kanak, dan ada juga yang mengambil keputusan secara dewasa.
Mungkin sering, kita menemui orang yang mengujar “Cinta itu gak penting, gak ada manfaatnya, cinta membosankan.” pernahkah kita bertanya mengapa ia berbicara seperti itu ??
Aku rasa tidak. Kita yang mendengarnya akan tetap kukuh dengan sudut pandang kita terhadap cinta. Tentu ada pro dan kontra. Ada yang menempasnya, “Iya, ngapain cinta ??” Ada juga yang menolaknya,”Hidup gak ada cinta itu hancur.”
                Menurutku cinta itu penting, sebab cinta gak melulu tentang kekasih atau pacaran. Aku tau tiap pemikiran memiliki sudut pandang yang berbeda dengan acuan yang berbeda pula. Ada yang menanggapinya dengan santai, ada yang menanggapinya begitu negatif, ada yang menanggapinya sangat positif. Entah mana yang benar kita sering ragu, akan penjelasan tiap orang yang berbeda-beda pemikirannya.
                Cinta negatif adalah cinta tanpa aturan, ibaratkan kotak sawah. Cinta punya batas-batas wilayah yang tentunya tidak untuk dilanggar. Cinta negatif, cinta tanpa aturan ?? Entahlah, menurutku cinta negatif adalah cinta yang datang terlalu cepat dimana orang belum siap menerimanya. Cinta selalu datang tiba-tiba, aku setuju. Untuk itulah kita harus paham dengan aturan.
 Apakah ada aturannya ?? Menurutku sesuatu itu selalu ada yang mengaturnya. Ibaratkan menjalankan mobil pasti ada seorang pengemudi. Lalu bagaimana jika tanpa pengemudi ?? akankah berjalan ?? ada dua jawaban. Pertama, jika kita menjawab spontan kita akan menjawab “Tidak bisa.”.  Kedua, jika dijawab secara matang dengan ilmiah “ bisa bergerak dengan kontroller di dalam sebuah chip, yang intinya tetap diatur manusia.” Lalu kenapa ada 2 jawaban ?? Karena kita belum mengetahui apakah itu mobil yang biasa kita lihat, atau mobil secara otomatis. Sama seperti  kita, jika ditanya tentang “Apa itu cinta ?” Kita belum tahu cinta seperti apa yang dimaksud.
Apapun yang kita lakukan harus ada maksudnya, sering kita mendengar ungkapan Jomblo dan Single dikalangan remaja sekarang.. Apa maksudnya ?? Ada yang berkata Jomblo itu nasib, single itu pilihan. Yang membedakannya dari artikel yang pernah aku baca, jomblo tidak memiliki pasangan, tetapi  berkeinginan untuk memiliki pasangan. Single tidak memiliki pasangan dan belum mau memiliki pasangan.
Ada ungkapan” belum mau” di kata single, artinya akan ada kata “akan mau” atau “berkeinginan”. Lalu setelah aku berpikir jika “Single udah berkeinginan artinya akan sama kayak jomblo.” Sama sama tidak punya pasangan dan berkeinginan memiliki pasangan.
Inilah yang membedakan jomblo dan single. Jomblo sudah lama ingin memiliki pasangan, mencoba beberapa kali namun gagal. Tapi jika single yang asalnya belum berkeinginan, belum pernah mencoba dan belum tau apakah ia akan gagal atau tidak.
Lalu ada lagi ungkapan yang terlintas “Kalo single gagal, sama kayak jomblo dong ??” Menurutku tak perlu dijawab, karena pertanyaannya “Kalau”, masih kemungkinan, belum terjadi. Peluang nya sama 50% berbanding 50%, tapi tetep kita tak akan pernah tau apa yang akan terjadi kedepannya, mungkin kita hanya menebak-nebak saja.
 Imajinasi terkadang bersifat liar, melebihi dari apa yang kita perkirakan sebelumnya. Seolah-olah ribuan kata muncul di pikiran kita dan siap kita ambil tuk diucapkan. Kita tak akan pernah tau apa yang cinta lakukan terhadap kita.



Lalu cinta positif, cinta yang mengacu pada aturan dan norma. Ada aturan dan norma agama yang melarang berdekatan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya. Tapi tetap saja pemikiran masih mendasar pada perspektif logika meski ilmu dapat mengalahkan logika.
Adakalanya kita terseok-seok melawan hawa nafsu, adakalanya kita ditekan oleh bisikan negatif, adakalanya kita bingung bagaimana cara mengalahkannya. Hmmm, kita sama sama menginginkan hal terbaik, kita sama-sama menginginkan harapan terwujud. Salah satunya rasa kasih.
Kita tau remaja adalah perubahan dari kanak-kanak menuju dewasa, kita tau kita adalah pengganti di masa yang akan datang. Kita ingin tau apa yang belum kita ketahui. Itu sebabnya salah satu dari kita memiliki rasa ingin tau yang begitu tinggi, mencoba hal-hal baru. Memang  baik, Cuma bukan pada waktunya. Ibaratkan puasa, makan itu baik. Hanya saja jika makan pada siang hari saat puasa adalah hal yang menyalahi aturan. 
Kita ingin single sampai halal, menunggu hingga tranformasi berakhir dipuncak kedewasaan.
~Mencintai adalah hak, tapi bukan berarti harus pacaran.. #Af
.
               

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelit atau Minimalist

 Journaling Podcast #1 Agata Chelsea x Raditya Dika : Pelit atau Minimalist 1. Gimana cara membuat yang kita punya hanya yang penting buat kita. Boleh kita punya sesuatu asal itu penting buat kita. 2. Waktu kita terbatas, attention kita perlu dispend ke hal yang lain. Ada berapa waktu lagi yang kamu punya hari ini. Kita gak bisa beli waktu.  3. Orang punya cara sendiri untuk hidup masing-masing, aku dan yang lain punya caranya untuk nyari senangnya, 4. Pelit dan Hemat itu berbeda. Pelit itu tidak mau mengeluarkan duit untuk hal apapaun. Hemat, kita ngeluarin duit sesuai apa yang bernilai di kepala kita. 5. Bedain sama mau dan butuh. Want and need? 6. Financial Freedom, kalo punya sekumpulan uang yang diinvestasikan yang bisa ditarik 4% setahun. Dan uangnya tidak habis sampai mati. 7. Kita harus tau angkanya. Sebulan berapa pengeluaran. Kalo punya uang harus disimpan kemana. 8. Maksimalin energi dan waktu yang kita punya untuk bekerja. Atau tambahan lain. Kaya dari kerja, Inven...

Cerita

Blog ini udah lama mati. Gue bilang ke semua orang yang mungkin nanya ke gue kenapa berhenti nulis, karena ngerasa api nulis gue udah padam di bidang ini. Gue gak punya banyak diksi bagus. Gak punya kemampuan nulis sesuai kaidah-kaidah kebahasaan, dan gak tau segala tata cara menulis dengan baik dan benar. Tapi, gue butuh tempat cerita. Tempat dimana gue bisa menumpahkan apa yang ada di pikiran gue. Tempat dimana gue bisa banyak mencurahkan isi hati dan isi kepala yang suatu saat, kalo gue udah gak ada. Ada orang yang nemuin ini dan tau kalo gue juga gak selalu ceria dan gak selalu baik-baik saja. Ditulisan ini pun banyak kata gue. Gue pake karena biar berasa meledak-ledak aja. Ketimbang pake kata saya yang terlalu formal, aku yang terlalu lebut. Pengulangan kata orang pertama ini bakal terus berulang. Gue tau, gue pernah baca, tulisan yang banyak kata gue, aku, dll itu membosankan, overused dan lain-lain. Tapi kembali ke rencana awal gue. Gue butuh tempat buat melampiaskan apa yang ad...

Tidak Tau

Kalo kamu baca ini, ketikan ini aku lakukan setelah menonton film korea. Ditto. Kisahnya, tentang merelakan cinta pertama. Karena  Kim Yong tau di masa depan, bukan dia yang jadi pasangannya. Ketikanku gak sebagus dulu, atau memang tidak pernah bagus. Aku hanya ingin bercerita tentang perasaanku saat ini. Ramadan ke 4, sebelum sahur. 1444 H. Hari ini, 27 Maret hari Senin di 2023. Aku hancur ya? halo, aku di masa depan? kamu baik-baik aja? kamu harus ingat diri kamu sedang berkaca-kaca saat menulis ini. Kamu mungkin bisa saja seperti Kim, meski merelakan cintanya kamu. Halo, aku di masa depan? Bagaimana kabarmu? bagaimana juga dengan seseorang yang kamu cintai? dia sudah bersuami? apa itu kamu? atau orang lain? Kamu, sedang mengerjakan apa? sibuk kah? atau kamu pura-pura sibuk? Menonton film ini, bikin lo lumayan patah hati. Ngeliat keadaan gue yang sekarang, gue gak yakin kalo cintanya kita di masa depan itu Dia. Lo gak punya disiplin, lo gak punya sesuatu buat dibanggain...