~Cinta adalah
hak setiap insan. Ada yang mengatakan manusia tanpa cinta ibaratkan toples tanpa
isi, ada yang mengatakan manusia tanpa cinta ibaratkan gelas tanpa air, analogi
yang intinya sama-sama kosong. Sebenarnya bukan cinta yang, salah, tapi bagaimana tiap orang menyikapi cinta seperti apa.
Ada mereka
yang menanggapi cinta negatif, sebab menurutku, itu adalah kesalahan dalam tiap
remaja menghadapinya. Remaja adalah masa transformasi kanak-kanak menuju
dewasa, tentu karena ini perubahan, pasti ada hal-hal yang mempengaruhi
aspek-aspek dalam perubahan. Ada, yang mengambil keputusan masih secara
kanak-kanak, dan ada juga yang mengambil keputusan secara dewasa.
Mungkin
sering, kita menemui orang yang mengujar “Cinta itu gak penting, gak ada
manfaatnya, cinta membosankan.” pernahkah kita bertanya mengapa ia berbicara
seperti itu ??
Aku rasa tidak. Kita yang
mendengarnya akan tetap kukuh dengan sudut pandang kita terhadap cinta. Tentu
ada pro dan kontra. Ada yang menempasnya, “Iya, ngapain cinta ??” Ada juga yang
menolaknya,”Hidup gak ada cinta itu hancur.”
Menurutku
cinta itu penting, sebab cinta gak melulu tentang kekasih atau pacaran. Aku tau
tiap pemikiran memiliki sudut pandang yang berbeda dengan acuan yang berbeda
pula. Ada yang menanggapinya dengan santai, ada yang menanggapinya begitu
negatif, ada yang menanggapinya sangat positif. Entah mana yang benar kita
sering ragu, akan penjelasan tiap orang yang berbeda-beda pemikirannya.
Cinta
negatif adalah cinta tanpa aturan, ibaratkan kotak sawah. Cinta punya
batas-batas wilayah yang tentunya tidak untuk dilanggar. Cinta negatif, cinta
tanpa aturan ?? Entahlah, menurutku cinta negatif adalah cinta yang datang
terlalu cepat dimana orang belum siap menerimanya. Cinta selalu datang tiba-tiba,
aku setuju. Untuk itulah kita harus paham dengan aturan.
Apakah ada aturannya ?? Menurutku sesuatu itu
selalu ada yang mengaturnya. Ibaratkan menjalankan mobil pasti ada seorang
pengemudi. Lalu bagaimana jika tanpa pengemudi ?? akankah berjalan ?? ada dua
jawaban. Pertama, jika kita menjawab spontan kita akan menjawab “Tidak
bisa.”. Kedua, jika dijawab secara
matang dengan ilmiah “ bisa bergerak dengan kontroller di dalam sebuah chip,
yang intinya tetap diatur manusia.” Lalu kenapa ada 2 jawaban ?? Karena kita
belum mengetahui apakah itu mobil yang biasa kita lihat, atau mobil secara
otomatis. Sama seperti kita, jika
ditanya tentang “Apa itu cinta ?” Kita belum tahu cinta seperti apa yang
dimaksud.
Apapun yang
kita lakukan harus ada maksudnya, sering kita mendengar ungkapan Jomblo dan
Single dikalangan remaja sekarang.. Apa maksudnya ?? Ada yang berkata Jomblo
itu nasib, single itu pilihan. Yang membedakannya dari artikel yang pernah aku baca,
jomblo tidak memiliki pasangan, tetapi
berkeinginan untuk memiliki pasangan. Single tidak memiliki pasangan dan
belum mau memiliki pasangan.
Ada ungkapan”
belum mau” di kata single, artinya akan ada kata “akan mau” atau
“berkeinginan”. Lalu setelah aku berpikir jika “Single udah berkeinginan
artinya akan sama kayak jomblo.” Sama sama tidak punya pasangan dan berkeinginan
memiliki pasangan.
Inilah yang
membedakan jomblo dan single. Jomblo sudah lama ingin memiliki pasangan,
mencoba beberapa kali namun gagal. Tapi jika single yang asalnya belum
berkeinginan, belum pernah mencoba dan belum tau apakah ia akan gagal atau
tidak.
Lalu ada lagi
ungkapan yang terlintas “Kalo single gagal, sama kayak jomblo dong ??”
Menurutku tak perlu dijawab, karena pertanyaannya “Kalau”, masih kemungkinan,
belum terjadi. Peluang nya sama 50% berbanding 50%, tapi tetep kita tak akan
pernah tau apa yang akan terjadi kedepannya, mungkin kita hanya menebak-nebak
saja.
Imajinasi terkadang bersifat liar, melebihi
dari apa yang kita perkirakan sebelumnya. Seolah-olah ribuan kata muncul di
pikiran kita dan siap kita ambil tuk diucapkan. Kita tak akan pernah tau apa
yang cinta lakukan terhadap kita.
Lalu cinta
positif, cinta yang mengacu pada aturan dan norma. Ada aturan dan norma agama
yang melarang berdekatan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya.
Tapi tetap saja pemikiran masih mendasar pada perspektif logika meski ilmu
dapat mengalahkan logika.
Adakalanya
kita terseok-seok melawan hawa nafsu, adakalanya kita ditekan oleh bisikan
negatif, adakalanya kita bingung bagaimana cara mengalahkannya. Hmmm, kita sama
sama menginginkan hal terbaik, kita sama-sama menginginkan harapan terwujud.
Salah satunya rasa kasih.
Kita tau
remaja adalah perubahan dari kanak-kanak menuju dewasa, kita tau kita adalah
pengganti di masa yang akan datang. Kita ingin tau apa yang belum kita ketahui.
Itu sebabnya salah satu dari kita memiliki rasa ingin tau yang begitu tinggi,
mencoba hal-hal baru. Memang baik, Cuma
bukan pada waktunya. Ibaratkan puasa, makan itu baik. Hanya saja jika makan
pada siang hari saat puasa adalah hal yang menyalahi aturan.
Kita ingin
single sampai halal, menunggu hingga tranformasi berakhir dipuncak kedewasaan.
~Mencintai adalah hak, tapi bukan
berarti harus pacaran.. #Af
.

Mantap (y)
BalasHapus