Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2017

Kamu

Klasik. Berulang kali dengan kalimat sama, “Aku suka kamu.” Kalimat yang seharusnya tak aku ucapkan. Jika dahulu menahannya dan kemudian beberapa bulan setelah itu satu persatu suku katanya menghilang, mungkin tulisan ini tak akan pernah ada. Pada baris kalimat yang sedang kurencanakan. Serta ku terka jawabnya, mengenai... “Kamu Ingat aku?” Ungkapan yang lebih baik dengan mengakhirinya dengan titik. Kamu sebelum titik, aku sebelum Ingat. Diedit dengan Canva oleh @afishurulloh Kekhawatiranku pada masa-masa yang salah. Apalagi saat menemukan bahwa tentang “kita” gak harus saling memiliki. Salah. Jelas. Seharusnya dulu disimpan rapi, menjadi rahasia yang sekalinya diungkapkan adalah pernyataan paling membahagiakan. Kesalahannya menilai senyummu hanya untuk satu individu. Jika dalam satu minggu kamu memberi senyum 6 kali tiap pagi. Apa di masa ketika merasa pantas aku bisa mendapatkannya tiap pagi? Kembali mengingat kejadian itu. Sesimpel itu. ...